MUARO JAMBI, Newsline.id – Pertamina EP (PEP) Jambi terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program berbasis ekonomi hijau (green economy). Kali ini, perusahaan menginisiasi pelatihan pembuatan batik eco-print bagi kelompok lanjut usia (lansia) di Desa Kota Karang, Kabupaten Muaro Jambi.
Program yang berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Jambi tersebut menjadi bagian dari Community Involvement & Development (CID) bertajuk Senja Karsa (Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera) yang telah dijalankan sejak 2025.
Melalui program ini, PEP Jambi berupaya mengubah tantangan yang dihadapi para lansia, seperti keterbatasan finansial, menurunnya kemampuan fisik, dan minimnya akses terhadap kegiatan produktif, menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan melalui ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, PEP Jambi telah mendukung peningkatan kualitas kesehatan lansia melalui Sekolah Lansia Tangguh (Selantang). Kini, perusahaan memperluas manfaat program dengan membekali para lansia keterampilan membuat batik menggunakan metode eco-print yang memanfaatkan daun dan pewarna alami.
Salah seorang peserta, Maisyarah (70), mengaku bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan tersebut.
“Di usia seperti sekarang, saya tidak menyangka masih bisa belajar membuat batik bersama anak-anak muda. Semoga ilmu yang kami peroleh bisa terus dikembangkan dan bermanfaat bagi kami ke depan,” ujarnya.
Plt Ketua TP PKK Desa Kota Karang, Siti Aisyah, turut mengapresiasi keberlanjutan program yang dijalankan PEP Jambi. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif.
Ia berharap hasil karya batik eco-print para lansia nantinya dapat berkembang menjadi produk unggulan khas Desa Kota Karang sekaligus menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan metode eco-print dipilih karena aman dikerjakan oleh lansia dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain ramah lingkungan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai terapi yang membantu menjaga kesehatan mental dan kemampuan kognitif para peserta.
“Kami melihat potensi besar yang dimiliki kelompok lansia jika diberikan ruang untuk berkarya. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir produk unggulan berbasis ekonomi hijau yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat,” kata Iwan.
Pelatihan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kantor Desa Kota Karang tersebut diikuti empat anggota Kelompok Lansiapreneur Kamboja dan didampingi tiga kader lansia desa. Materi yang diberikan meliputi teknik dasar eco-print, pengolahan kain, proses pencetakan, hingga manajemen usaha sederhana, termasuk perhitungan harga pokok produksi, pengemasan ramah lingkungan, dan strategi pengembangan produk.
Selain pelatihan keterampilan, para lansia juga mendapatkan pendampingan kesehatan secara berkala melalui pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat setiap bulan.
Melalui sinergi antara dunia usaha, akademisi, dan pemerintah desa, PEP Jambi berharap program ini dapat menjadi contoh pemberdayaan lansia yang berkelanjutan sekaligus membuktikan bahwa kelompok lanjut usia tetap memiliki potensi besar untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif yang mandiri dan berdaya saing. (*/Rd)
Editor : Ryanto








