Jambi, Newsline.id – Polda Jambi kembali menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah Provinsi Jambi dengan memusnahkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan kasus jaringan narkoba lintas provinsi, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan pemusnahan yang berlangsung di halaman Mapolda Jambi tersebut dipimpin langsung Kapolda Jambi Krisno H. Siregar dan dihadiri Gubernur Jambi Al Haris bersama unsur Forkopimda, Kejati Jambi, TNI, BNN Provinsi Jambi, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, kalangan mahasiswa hingga perwakilan lembaga perbankan.
Dalam agenda itu turut dilaksanakan deklarasi Gerakan Jambi Anti Narkoba sebagai simbol komitmen bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pemberantasan narkotika di Provinsi Jambi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari tiga laporan polisi dengan enam tersangka yang telah diamankan aparat kepolisian. Adapun barang bukti tersebut berupa sabu seberat lebih dari 20 kilogram, puluhan ribu butir ekstasi dengan berat sekitar 9 kilogram, serta ribuan cartridge etomidate.
Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti terlebih dahulu diuji keasliannya oleh tim Bidokkes Polda Jambi dan Labfor Polri Polda Sumatera Selatan. Pengujian dilakukan secara terbuka dengan pengambilan sampel acak yang disaksikan langsung unsur Forkopimda, media, serta perwakilan masyarakat.
Pemusnahan dilakukan menggunakan insinerator tertutup guna memastikan proses berjalan aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Kapolda Jambi Krisno H. Siregar menegaskan bahwa langkah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata perang terhadap narkoba yang dinilai menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Perang terhadap narkoba harus dilakukan bersama-sama. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, BNN, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi hingga generasi muda menjadi kunci menciptakan Jambi yang bersih dari narkoba,” tegas Kapolda.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris memberikan apresiasi atas konsistensi jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi dalam membongkar jaringan peredaran narkotika di daerah tersebut.
Ia menilai upaya pemberantasan narkoba harus dibarengi dengan langkah preventif melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung berbagai program pencegahan narkoba, termasuk penguatan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) di wilayah Provinsi Jambi.
Di kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Jambi Erlan Munaji mengajak masyarakat agar aktif melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Masyarakat jangan takut melapor. Jika mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan atau peredaran narkoba, segera sampaikan melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
(*/F)
Editor : Periyan








