SMSI Bentuk Pokja Jaga Desa, Gandeng Kampus Salurkan Masukan untuk Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Newsline.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengambil langkah strategis dengan membentuk dan mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan desa sekaligus menjaga desa sebagai bagian penting dari ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum SMSI Pusat Drs. Firdaus, M.Si. menegaskan, desa tidak semestinya ditempatkan sebagai entitas yang berada di urutan kedua dalam pembangunan nasional.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus dalam kegiatan pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengukuhan tersebut melibatkan lima provinsi yang ditetapkan sebagai pilot project, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Firdaus mengatakan, program tersebut selanjutnya akan diperluas melalui konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi.

“Kami ingin program ini menjadi bagian dari komitmen SMSI untuk merawat desa sebagai bentuk merawat NKRI,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Hasyim S. Djojohadikusumo yang tampil sebagai keynote speaker dalam dialog nasional. Kehadirannya sekaligus menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap inisiatif SMSI di tengah situasi nasional yang diwarnai beragam informasi mengenai kondisi Jakarta.

Menurut Hasyim, kegiatan SMSI tersebut penting karena media memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tidak menyesatkan.

“Saya percaya SMSI, saya mengapresiasi kegiatan ini karena itu saya datang,” ujar Hasyim.

Ia juga menekankan pentingnya pers menyajikan informasi secara utuh dengan berpegang pada data dan fakta.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Hasyim menyoroti fenomena informasi yang disampaikan tanpa konteks. Menurutnya, informasi yang terlepas dari konteks dapat menimbulkan distorsi terhadap kebijakan pemerintah yang sedang menjadi prioritas.

Karena itu, Hasyim mengungkapkan rencana dialog dengan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi, di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Masukan dari kalangan kampus tersebut nantinya akan dihimpun sebagai bahan koreksi dan rekomendasi kepada pemerintah.

“Sebagai penasehat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” jelasnya.

Dorong Pembenahan Gedung Dewan Pers

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum SMSI juga menyampaikan perhatian terhadap kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah kurang representatif untuk mendukung aktivitas insan pers dan organisasi konstituen Dewan Pers.

Firdaus menyebut Gedung Dewan Pers memiliki posisi penting karena menjadi salah satu pusat aktivitas dan dinamika pers nasional.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas, segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodir. Jadi mereka terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkapnya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Hasyim. Ia menyatakan akan menyampaikan dan menindaklanjuti masukan tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru dapat masukan ini sekarang. Kemarin baru saja bertemu dan dialog panjang lebar dengan Menkomdigi Meutya Hafid,” kata Hasyim.

Respons tersebut langsung mendapat apresiasi dari peserta yang menghadiri kegiatan.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa dan dialog nasional tersebut dihadiri lebih dari seratus peserta serta undangan dari berbagai unsur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., PhD selaku Dewan Penasehat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar di bidang ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan tanggapan kritis. Diskusi dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, MC, guru besar dari PTIK. (Red)

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis
Dua Bhabinkamtibmas Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu
Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium
Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan
Jelang HUT ke-36, JNE Gandeng Muklay Ubah Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Pemerintah Satukan Layanan Perizinan TKA melalui OSS, Permudah Proses Investasi
Sarjito Resmi Jabat Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:56 WITA

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru untuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Sabtu, 19 September 2026 - 10:48 WITA

Dua Bhabinkamtibmas Polda Jambi Raih Kompolnas Awards 2026 Kategori Peace

Jumat, 18 September 2026 - 08:24 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome, Tekan Biaya dan Tingkatkan Mutu

Rabu, 16 September 2026 - 16:03 WITA

Honda New Rebel 1100 Dapat Warna Baru, Tampil Makin Premium

Rabu, 16 September 2026 - 16:00 WITA

Kepesertaan JKN Tembus 284,3 Juta, BPJS Kesehatan Dorong Faskes Tingkatkan Mutu Layanan

Berita Terbaru