Sungai Penuh, Newsline.id – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Hal itu ditegaskan Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, saat menerima kunjungan silaturahmi tokoh adat dan panitia Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa malam (9/6/2026).
Kunjungan tersebut dihadiri Ketua Adat 6 Luhah Sungai Penuh, ninik mamak, tokoh agama, serta perwakilan masyarakat yang tergabung dalam kepanitiaan Kenduri Sko yang dijadwalkan berlangsung pada 4–5 Juli 2026 mendatang.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi ajang koordinasi terkait berbagai persiapan pelaksanaan Kenduri Sko, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga kelestarian budaya lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mendampingi Wali Kota Alfin dalam pertemuan tersebut, Pimpinan DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H., Anggota DPRD Fery Ariasandi, S.E., M.M., Sekretaris Daerah Alpian, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta perwakilan Bank Jambi.
Dalam kesempatan itu, panitia menyampaikan kesiapan pelaksanaan Kenduri Sko serta harapan agar Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memberikan dukungan terhadap agenda budaya yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat adat 6 Luhah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Alfin menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat adat dalam menjaga warisan leluhur. Menurutnya, Kenduri Sko memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai tradisi budaya, tetapi juga sebagai wadah mempererat tali persaudaraan dan memperkuat identitas masyarakat.
“Kenduri Sko merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga bersama. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat,” ujar Alfin.
Sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan, Bank Jambi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta kepada panitia Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Alfin kepada panitia.
Alfin berharap bantuan tersebut dapat membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, dan dunia usaha dalam menjaga keberlangsungan tradisi budaya daerah.
Kenduri Sko 6 Luhah Sungai Penuh tahun ini mengangkat tema “Membudayakan Masyarakat Adat yang Beradab”, yang mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam mempertahankan nilai-nilai budaya, memperkuat adat istiadat, serta menanamkan semangat kebersamaan dan kearifan lokal dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap Kenduri Sko tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar terus mengenal, mencintai, dan melestarikan adat istiadat yang menjadi identitas daerah.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat, Kenduri Sko diharapkan mampu menjadi salah satu agenda budaya unggulan yang turut mendukung pelestarian warisan leluhur sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sungai Penuh kepada khalayak yang lebih luas. (Fer)
Editor : Riyanto








