Wali Kota Alfin Buka Rakor, Kemiskinan dan Stunting Jadi Fokus Pemkot Sungai Penuh

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

SUNGAI PENUH, NEWSLINE.ID – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kota Sungai Penuh Tahun 2026 yang dibuka langsung Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H., di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (8/10/2026).

Rakor dihadiri Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, S.Sos., M.M., Sekretaris Daerah Alpian, S.E., M.M., Ketua TP-PKK Sri Kartini, Ketua GOW Mawarti Azhar, Ketua DWP Winda Rahayu, Forkopimda, jajaran OPD, BUMN dan BUMD, Baznas, camat, hingga seluruh kepala desa dan lurah se-Kota Sungai Penuh.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, mengatakan persoalan kemiskinan dan stunting tidak dapat ditangani pemerintah secara sendiri-sendiri.

Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Penanganan kemiskinan menjadi bagian penting dalam menekan stunting. Karena itu, kita harus memastikan data valid, program terintegrasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala agar intervensi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan,” ujar Azhar.

Ia menilai penanganan kemiskinan memiliki keterkaitan erat dengan pencegahan dan penurunan stunting. Karena itu, ketepatan data menjadi salah satu faktor penting agar program pemerintah dapat menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Sementara itu, Wali Kota Alfin mengatakan penanggulangan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting menjadi bagian dari prioritas pembangunan Kota Sungai Penuh yang sejalan dengan agenda nasional Asta Cita.

Menurut Alfin, keberhasilan program pemerintah tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang dialokasikan. Hal yang lebih penting adalah ketepatan sasaran serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana program pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Data harus akurat, program harus terintegrasi dan pelaksanaannya harus kita kawal bersama,” tegas Alfin.

Angka Kemiskinan Sungai Penuh 3,23 Persen

Dalam rakor tersebut, Alfin mengungkapkan angka kemiskinan Kota Sungai Penuh pada 2025 tercatat sebesar 3,23 persen. Sementara prevalensi stunting berada pada angka 8 persen.

Capaian tersebut disebut merupakan hasil dari berbagai intervensi dan kerja sama antara pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan.

Meski demikian, Alfin mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat seluruh pihak berpuas diri. Upaya penanggulangan kemiskinan dan stunting harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan.

“Capaian yang sudah kita raih harus kita pertahankan dan terus ditingkatkan. Kita tidak boleh berhenti, karena masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi pemerintah,” ujarnya.

Dorong Gerakan 3 S

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Sungai Penuh juga mendorong Program 3 S sebagai salah satu gerakan kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Program 3 S tersebut terdiri dari Segenggam Beras, Sebutir Telur dan Seribu Rupiah.

Gerakan ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbagi sesuai kemampuan. Meskipun nilainya terlihat sederhana, jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, kontribusi tersebut diyakini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu.

Program 3 S sekaligus menjadi bentuk penguatan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Jangan melihat besar atau kecilnya yang kita berikan. Segenggam beras, sebutir telur, maupun seribu rupiah, jika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Alfin.

Selain penguatan kepedulian sosial, Pemkot Sungai Penuh juga terus menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Kartu Sungai Penuh Juara.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah telah menyalurkan Beasiswa Juara kepada 2.274 anak serta memberikan bantuan 5.010 seragam sekolah gratis.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengurangi beban masyarakat, memperluas akses pendidikan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Alfin kembali meminta seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, BUMN, BUMD, Baznas, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat koordinasi dalam penanggulangan kemiskinan dan stunting.

Ia menegaskan, setiap program harus terintegrasi dan dilaksanakan berdasarkan data yang jelas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Semua harus terintegrasi, datanya harus jelas dan manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Rakor tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mewujudkan Kota Sungai Penuh yang semakin maju, adil dan sejahtera.

Kolaborasi pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu mempercepat pengentasan kemiskinan, mencegah stunting, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Fer)

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Komisi I DPRD Sungai Penuh Hearing Bahas Penugasan Kepala Sekolah, Tekankan Kepatuhan Regulasi
Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Olahraga Bersama HUT TNI ke-81 di Sungai Penuh
DPRD Sungai Penuh Dorong Produktivitas Petani Lewat Penyaluran Bantuan Alsintan
Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum, Wako Alfin Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani
Wako Alfin Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Hamparan Rawang
Wako Alfin Sidak BPBD Sungai Penuh, Personel Diminta Siaga dan Tak Mudah Terprovokasi Informasi
Flyover Sungai Penuh–Tapan Dibahas, Pemkot Gandeng TNKS Pastikan Rencana Sesuai Aturan
Kejar Target 100 Persen, Wako Alfin Minta Pembangunan Pasar Sungai Penuh Dipercepat
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:09 WITA

Komisi I DPRD Sungai Penuh Hearing Bahas Penugasan Kepala Sekolah, Tekankan Kepatuhan Regulasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:06 WITA

Wali Kota Alfin Buka Rakor, Kemiskinan dan Stunting Jadi Fokus Pemkot Sungai Penuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:13 WITA

Wakil Ketua I DPRD Hardizal Hadiri Olahraga Bersama HUT TNI ke-81 di Sungai Penuh

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:06 WITA

DPRD Sungai Penuh Dorong Produktivitas Petani Lewat Penyaluran Bantuan Alsintan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:41 WITA

Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum, Wako Alfin Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani

Berita Terbaru