Jakarta, Newsline.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Papua Selatan yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, memaparkan sejumlah capaian yang telah dilakukan, mulai dari penyesuaian tata ruang hingga percepatan perizinan pemanfaatan ruang guna mendukung pembangunan kawasan strategis tersebut.
Menurutnya, langkah pertama yang telah diselesaikan adalah penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Papua Selatan pada Oktober 2025. Selain itu, dari target 19 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang direncanakan, empat RDTR telah ditetapkan melalui peraturan kepala daerah, dengan tiga di antaranya telah terintegrasi dalam sistem Online Single Submission (OSS).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah juga terus mendorong percepatan penyusunan RDTR lainnya untuk memberikan kepastian pemanfaatan ruang sekaligus mendukung iklim investasi yang lebih kondusif di Papua Selatan.
Di bidang perizinan, Kementerian ATR/BPN telah menerbitkan tiga Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) yang diperuntukkan bagi pengembangan kawasan tanaman pangan, pelabuhan pendukung, serta perkebunan kelapa sawit. Sementara itu, tiga permohonan KKPR lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Wamen Ossy menegaskan bahwa kementeriannya siap mendukung setiap pengajuan KKPR selama seluruh persyaratan yang ditetapkan dapat dipenuhi oleh pemohon.
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Direktur Jenderal Tata Ruang, Suyus Windayana.
Papua Selatan juga dinilai memiliki modal kuat untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional. Capaian Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) di provinsi tersebut telah mencapai 87,24 persen, memenuhi ketentuan nasional yang berlaku.
Dengan potensi sumber daya yang dimiliki, Papua Selatan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan pangan, energi, dan bioindustri nasional. Karena itu, ATR/BPN berkomitmen memastikan seluruh proses pembangunan berjalan di atas fondasi tata ruang yang jelas, legalitas yang kuat, serta pemanfaatan ruang yang terarah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Rakortas tersebut dipimpin oleh Zulkifli Hasan dan dihadiri sejumlah pejabat kementerian, di antaranya Dudy Purwagandhi, Hanif Fais Nurofiq, serta Sudaryono, bersama perwakilan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait lainnya. (*/Fer)
Editor : Riyanto








