Warga Desa Semumu Kerinci Geger, Pria 41 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Kerinci, Newsline.id — Warga Desa Semumu, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci, digemparkan dengan penemuan seorang pria berusia 41 tahun yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di rumah temannya, Sabtu malam (17/1/2026).

Korban ditemukan sekitar pukul 20.30 WIB di rumah milik Franki, yang diketahui merupakan teman dekat korban. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dan tergantung di salah satu bagian rumah tersebut.

Korban diketahui bernama Nana. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berstatus duda dan memiliki dua orang anak. Belum diketahui secara pasti sejak kapan korban berada di rumah temannya tersebut sebelum ditemukan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Franki selaku pemilik rumah. Saat hendak memeriksa kondisi rumah, Franki mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung. Menyadari kejadian tersebut, ia langsung meminta bantuan warga sekitar.

Kabar penemuan tersebut dengan cepat menyebar ke masyarakat sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di rumah tempat korban ditemukan. Hingga Sabtu malam, situasi di sekitar lokasi kejadian masih dipadati warga.

Salah seorang warga setempat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa korban ditemukan tergantung di rumah temannya dan hingga malam hari warga masih ramai di lokasi kejadian. “Benar, korban ditemukan tergantung di rumah temannya. Warga masih banyak yang datang,” ujarnya.

Pihak berwenang yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal serta mengamankan tempat kejadian perkara. Proses penyelidikan dilakukan guna mengetahui secara pasti penyebab kematian korban.

Berdasarkan informasi sementara, dugaan awal mengarah pada kondisi psikologis korban. Namun demikian, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi dan masih melakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil pemeriksaan awal maupun langkah lanjutan yang akan diambil. (Fer)

Berita Terkait

Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Hadiri Festival Kopi Kerinci, Ketua DPRD Hutri Randa Dorong Kopi Kerinci dan Sungai Penuh Makin Berdaya Saing
Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Naik Kelas dan Bernilai Tambah
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Ekosistem dan Pasar Ekspor
Festival Kopi Kerinci 2026 Digelar September, Kopi Kayu Aro Dibidik Tembus Pasar Dunia
Razia Pajak Kendaraan Digelar di Kerinci, Samsat Siapkan Tiga Lokasi Operasi 2–4 September
Kapolres Kerinci Berganti, AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro Dipercaya Polda Jambi
Rotasi Besar Polda Jambi, Kasatreskrim dan Sejumlah Pejabat Polres Kerinci Berganti
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:31 WITA

Tutup Festival Kopi Kerinci 2026, Bupati Monadi Apresiasi Antusias Masyarakat dan Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas

Minggu, 20 September 2026 - 08:34 WITA

Hadiri Festival Kopi Kerinci, Ketua DPRD Hutri Randa Dorong Kopi Kerinci dan Sungai Penuh Makin Berdaya Saing

Sabtu, 19 September 2026 - 21:05 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Resmi Dibuka, Bupati Monadi Dorong Kopi Lokal Naik Kelas dan Bernilai Tambah

Sabtu, 12 September 2026 - 17:38 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka, Pemprov Jambi Dorong Penguatan Ekosistem dan Pasar Ekspor

Jumat, 11 September 2026 - 14:57 WITA

Festival Kopi Kerinci 2026 Digelar September, Kopi Kayu Aro Dibidik Tembus Pasar Dunia

Berita Terbaru