NEWSLINE.ID, JAMBI – Sungai Batanghari dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menjadi penggerak ekonomi daerah apabila direvitalisasi secara terpadu dan berkelanjutan. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi, sungai terpanjang di Pulau Sumatera itu juga dinilai berpotensi menjadi pusat pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat Jambi.
Pandangan tersebut disampaikan akademisi dan pakar transportasi Ivan Wirata. Ia menilai pengembangan Sungai Batanghari perlu dilakukan dengan pendekatan yang mencakup konektivitas transportasi, pelestarian lingkungan, serta penguatan ekonomi kawasan tepian sungai.
Menurut Ivan, Batanghari bukan hanya aliran sungai yang membelah Provinsi Jambi, tetapi memiliki nilai historis penting sebagai jalur perdagangan dan pusat aktivitas masyarakat sejak masa Kerajaan Melayu Jambi hingga era kejayaan Sriwijaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
(red)
“Batanghari memiliki posisi strategis untuk dikembalikan sebagai urat nadi transportasi dan ekonomi daerah jika dikelola secara berkelanjutan,” ujar Ivan, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, optimalisasi transportasi sungai dapat membantu mengurangi beban jalan darat, terutama untuk distribusi logistik dari wilayah hulu seperti Kabupaten Bungo, Tebo, dan Sarolangun menuju Kota Jambi. Untuk mewujudkannya, diperlukan pengerukan alur sungai secara tepat dan penataan kembali dermaga-dermaga tradisional agar aktivitas angkutan barang maupun penumpang dapat berjalan lebih efisien.
Dari aspek lingkungan, Ivan menyoroti kondisi Sungai Batanghari yang menghadapi berbagai persoalan, seperti pendangkalan akibat sedimentasi, kerusakan daerah tangkapan air, serta maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Ia menilai sinkronisasi antara kebijakan tata ruang dan program pengendalian daerah aliran sungai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem Batanghari.
Sementara pada sektor ekonomi, Ivan melihat potensi besar pengembangan kawasan tepian sungai melalui konsep river tourism dan waterfront development. Penataan kawasan tersebut diyakini dapat membuka ruang tumbuh bagi UMKM, ekonomi kreatif, serta destinasi wisata berbasis sungai yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Ia menegaskan, revitalisasi Batanghari bukan proyek yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor.
“Keberhasilan revitalisasi Batanghari hanya bisa dicapai melalui sinergi pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas transportasi, dan masyarakat. Dengan kerja bersama, Batanghari dapat kembali menjadi identitas budaya sekaligus motor ekonomi baru bagi Jambi,” tegasnya.
Editor : Riyanto








