Jambi, Newsline.id – Pameran Seni Rupa menjadi salah satu daya tarik dalam Festival Pusparagam Negeriku yang digelar di Taman Budaya Jambi. Berbeda dengan rangkaian kegiatan lainnya, pameran ini berlangsung lebih lama, yakni mulai 31 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Pameran tersebut menghadirkan sekitar 90 perupa dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jambi yang menampilkan beragam karya seni rupa, mulai dari lukisan, seni instalasi, hingga mural. Seluruh karya yang dipamerkan mencerminkan kekayaan budaya daerah sekaligus perkembangan ekspresi seni kontemporer yang tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Selain pameran, Festival Pusparagam Negeriku juga melibatkan sekitar 40 seniman muda dalam kegiatan mural. Karya-karya yang dihasilkan merupakan implementasi dari workshop mural yang mengangkat cerita rakyat serta kekayaan folklor Jambi sebagai sumber inspirasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diajak untuk mengenal, mengapresiasi, dan menginterpretasikan kembali warisan budaya daerah melalui bahasa visual yang lebih dekat dengan perkembangan zaman.
Kepala Taman Budaya Jambi, Sri Purnama Syam, mengatakan Pusparagam Negeriku tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga ruang bersama untuk memperkuat identitas budaya dan mempererat persatuan masyarakat.
“Pusparagam Negeriku bukan sekadar festival seni dan budaya, melainkan ruang bersama untuk merayakan keberagaman, memperkuat persatuan, menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. Karena pada hakikatnya, tak kenal tradisi, tak sayang dengan budaya,” ujarnya.
Festival Pusparagam Negeriku “Dari Jambi untuk Indonesia” secara resmi dibuka oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama Menteri Kebudayaan RI, Prof. (Hon). Dr. Fadli Zon, M.Sc., di Taman Budaya Jambi pada Jumat malam (31/7/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa festival budaya menjadi wadah bagi seniman, budayawan, sejarawan, pelaku UMKM, dan seluruh insan budaya untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menghidupkan kawasan budaya yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Pusparagam Negeriku merupakan contoh bagaimana kebudayaan dapat dikembangkan tidak hanya sebagai upaya pelestarian nilai-nilai luhur bangsa, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi kreatif melalui promosi produk budaya, kuliner tradisional, wastra, seni pertunjukan, hingga karya para pelaku UMKM.
Festival ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi dan Kementerian Kebudayaan dalam memajukan kebudayaan sebagai identitas bangsa sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di daerah.
Editor : Riyanto








