Jaga Mutu Pangan di Lingkungan Operasional, PetroChina Bekali Pedagang Kuliner Geragai

Jumat, 4 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANJABTIM, Newsline.id — Upaya meningkatkan kesadaran pelaku usaha kuliner terhadap kebersihan dan keamanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. SKK Migas–PetroChina International Jabung Ltd kembali menggelar Seminar Keamanan dan Keselamatan Kantin Sehat 2026 bagi para pelaku usaha makanan dan minuman di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung di Rec Hall North Geragai Basecamp, Rabu (2/9/2026), tersebut diikuti 24 peserta. Mereka berasal dari berbagai usaha kuliner, mulai dari warung makan, rumah makan, kantin sekolah, katering hingga pelaku UMKM makanan dan minuman di Kecamatan Geragai.

Seminar dibuka Senior Medical Officer PetroChina International Jabung Ltd, dr. William Aditya, yang hadir mewakili manajemen perusahaan.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

William mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, mengenai pentingnya menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dijual kepada konsumen.

Menurutnya, Seminar Kantin Sehat bukan program sesaat. Kegiatan serupa telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun dan kini memasuki tahun ketiga.

Sebelumnya, seminar yang sama digelar di wilayah Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada 22 Agustus 2026.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun. Sebelumnya, pada 22 Agustus, seminar serupa juga digelar di wilayah Betara,” ujar William.

Ia menjelaskan, kualitas makanan tidak semata-mata ditentukan oleh cita rasa maupun harga. Kebersihan, kesehatan, keamanan pangan dan kepercayaan konsumen menjadi bagian penting yang harus diperhatikan pelaku usaha.

Risiko terhadap keamanan pangan juga dapat muncul sejak bahan baku diterima hingga makanan sampai ke tangan konsumen. Karena itu, seluruh tahapan perlu dikelola dengan standar kebersihan yang baik.

Mulai dari penerimaan bahan, penyimpanan, proses pengolahan hingga penyajian, menurut William, semuanya harus mendapat perhatian.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan awareness peserta mengenai higiene sanitasi serta keamanan pangan, sehingga dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan usaha sehari-hari,” katanya.

Tidak Berhenti di Seminar

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Puskesmas Simpang Pandan.

William menilai upaya menciptakan lingkungan usaha makanan yang sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, perusahaan dan pelaku usaha memiliki tanggung jawab masing-masing dalam memastikan prinsip keamanan pangan diterapkan secara konsisten.

Selain penyampaian materi, seminar juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi. Para peserta dapat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan usaha sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan secara langsung.

PetroChina berharap materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan selama kegiatan berlangsung, tetapi benar-benar membawa perubahan pada praktik pengelolaan makanan sehari-hari.

“Kantin atau tempat makan yang sehat bukan hanya memberikan makanan yang aman, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen,” jelasnya.

Hal tersebut dinilai semakin penting karena sejumlah karyawan PetroChina juga membeli makanan dari warung, rumah makan maupun usaha kuliner yang berada di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

Dengan meningkatnya standar kebersihan dan keamanan pangan, kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat maupun pekerja diharapkan semakin terjamin.

Pangan Bisa Jadi Media Penyebaran Kuman

Narasumber seminar, dr. Henny Muhammad, Penata Tingkat I sekaligus Dokter Umum Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, mengingatkan bahwa aspek kebersihan harus diperhatikan sejak awal proses pengelolaan makanan.

Ia berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan kesadaran pemilik kantin, warung dan usaha rumah tangga untuk menerapkan prinsip higiene dalam aktivitas usaha mereka.

“Pangan merupakan salah satu media penyebaran kuman yang paling banyak. Karena itu, kebersihan pangan sangat penting untuk diperhatikan,” ujar Henny.

Menurutnya, seminar tersebut menjadi langkah positif karena mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha kuliner secara langsung. Namun, edukasi perlu diikuti dengan pemantauan dan pengawasan agar penerapannya dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pengetahuan mengenai keamanan pangan, kata Henny, harus diwujudkan dalam praktik, bukan hanya dipahami sebagai materi seminar.

Penerapan standar kebersihan yang baik tidak hanya berkaitan dengan perlindungan kesehatan konsumen, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan para karyawan PetroChina yang membeli makanan dari pelaku usaha di sekitar wilayah operasional.

“Dengan penerapan kebersihan oleh pelaku UMKM kuliner, kualitas makanan yang ada di sekitar wilayah operasional pun semakin terjamin,” pungkasnya.

Program Seminar Kantin Sehat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa keamanan pangan merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Bagi pelaku usaha, penerapan higiene bukan hanya soal memenuhi standar, tetapi juga menjaga kepercayaan dan kesehatan konsumen. (Red)

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

Forkopimda Turun ke HLG Londerang, Pemadaman Gambut Diperkuat dengan Uji Zat Khusus
Wagub Sani Dampingi Wamen LH Cek Karhutla di Tanjab Timur, Bantuan Peralatan Disalurkan
Perkuat Penanganan Karhutla Tanjabtim, SKK Migas-PetroChina Lengkapi Peralatan BPBD
Kapolda Jambi Bersama Gubernur dan Danrem Pantau Penanganan Karhutla di Tanjab Timur
Al Haris Datangi Korban Kebakaran di Lagan Tengah, Bantu Biaya Pembangunan Rumah Warga
Menteri Kehutanan Tinjau Karhutla Tanjab Timur, Kapolda Jambi Perkuat Sinergi dan Penegakan Hukum
Saksi Penggugat Akui Riwayat Ganti Rugi, Pemprov Jambi Klaim Posisi Makin Kuat dalam Sengketa Tanah Singkep
Polres Tanjab Timur Sita 7,53 Gram Sabu, Seorang Pria Diamankan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 08:08 WITA

Forkopimda Turun ke HLG Londerang, Pemadaman Gambut Diperkuat dengan Uji Zat Khusus

Sabtu, 5 September 2026 - 21:23 WITA

Wagub Sani Dampingi Wamen LH Cek Karhutla di Tanjab Timur, Bantuan Peralatan Disalurkan

Jumat, 4 September 2026 - 13:42 WITA

Jaga Mutu Pangan di Lingkungan Operasional, PetroChina Bekali Pedagang Kuliner Geragai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:24 WITA

Perkuat Penanganan Karhutla Tanjabtim, SKK Migas-PetroChina Lengkapi Peralatan BPBD

Jumat, 28 Agustus 2026 - 21:01 WITA

Kapolda Jambi Bersama Gubernur dan Danrem Pantau Penanganan Karhutla di Tanjab Timur

Berita Terbaru

Oplus_131072

Sungai Penuh

Ketua DPRD Sungai Penuh Sambut Kunjungan Pangdam XX/TIB ke Kerinci

Sabtu, 19 Sep 2026 - 15:48 WITA