TANJABTIM, Newsline.id – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, memasuki musim kemarau mendapat perhatian serius. Kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha pun diperkuat untuk menghadapi potensi kebakaran, terutama di kawasan lahan gambut.
SKK Migas bersama PetroChina International Jabung Ltd. menyerahkan dukungan perlengkapan lapangan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanjabtim, Kamis (27/8/2026).
Bantuan tersebut terdiri dari 180 unit perlengkapan, yang mencakup kebutuhan keselamatan petugas sekaligus sarana sosialisasi pencegahan karhutla.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan diserahkan CSR & Comdev Supervisor PetroChina Jabung, M. Yuda Ramadani, dan diterima Kabid Bina Program BPBD Tanjabtim, Hendra, di Kantor BPBD Tanjabtim, Kelurahan Rano, Kecamatan Muara Sabak Barat.
Perkuat Perlindungan Petugas
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 120 unit diperuntukkan bagi kebutuhan perlindungan personel di lapangan.
Perlengkapan tersebut terdiri dari baju safety wearpack, sepatu safety, topi rimba dan perlengkapan pendukung lainnya.
Ketersediaan APD dinilai penting mengingat karakter wilayah Tanjabtim yang banyak memiliki lahan gambut. Penanganan kebakaran di kawasan tersebut membutuhkan kesiapan personel karena api dapat menyebar melalui lapisan gambut dan menimbulkan asap pekat.
Selain perlengkapan bagi petugas, PetroChina juga menyerahkan 60 baliho sosialisasi pencegahan karhutla.
Media sosialisasi itu nantinya dipasang di sejumlah titik yang dinilai rawan kebakaran. Pesannya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
PetroChina Siapkan Dukungan Saat Api Muncul
Komitmen PetroChina tidak berhenti pada bantuan peralatan.
Tim pemadam perusahaan juga selama ini turut mendukung upaya penanganan karhutla di lapangan.
Yuda mengatakan, apabila dibutuhkan, perusahaan siap membantu menyediakan pasokan air untuk pemadaman. Dukungan alat berat juga dapat dikerahkan untuk membuat parit sebagai salah satu upaya menghambat penyebaran api.
“Kalau dibutuhkan, kita juga menyediakan air untuk pemadaman serta alat berat untuk membuat parit di lokasi kebakaran lahan,” ujar Yuda.
Untuk mempercepat koordinasi ketika terjadi kondisi darurat, PetroChina juga menyiapkan saluran komunikasi khusus yang dapat digunakan dalam penanganan karhutla.
Menurut Yuda, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
“Selama yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla tersedia, Insya Allah kami siap mendukung,” tegasnya.
BPBD Arahkan Bantuan ke Wilayah Rawan
BPBD Tanjabtim menyambut positif dukungan tersebut.
Hendra mengatakan, 60 baliho sosialisasi akan ditempatkan di sejumlah wilayah strategis, terutama kawasan yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi dan hamparan lahan gambut.
Sementara itu, perlengkapan APD masih dalam proses pembuatan dan diperkirakan selesai dalam satu hingga dua pekan. Setelah tersedia, peralatan tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tanjabtim.
Hendra menilai dukungan PetroChina terhadap penanganan kebencanaan di Tanjabtim bukan hal baru. Perusahaan sebelumnya juga terlibat dalam pembentukan Desa Tangguh Bencana serta memberikan pelatihan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Selama ini PetroChina sudah banyak membantu, seperti pembentukan Desa Tangguh Bencana serta pelatihan bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasi PetroChina,” kata Hendra.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi karhutla.
Sebab, menghadapi ancaman kebakaran di musim kemarau tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Kesiapan personel, ketersediaan peralatan, dukungan sumber daya, hingga edukasi masyarakat harus berjalan beriringan agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Editor : M. Abyan A








