Plt Kadis Kominfo Jambi dan Wartawan Senior Mursyid Sonsang Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Rabu, 28 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI, NEWSLINE.ID – Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jambi, John Eka Powa, bersama wartawan senior Mursyid Sonsang mengajak masyarakat untuk lebih cerdas, kritis, dan bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di tengah maraknya penyebaran informasi hoaks di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog literasi digital yang disiarkan TVRI Jambi, Selasa (27/10/2026). Dialog berlangsung santai, tetapi mendalam, dipandu Dr. Mochammad Farisi, S.H., LL.M., yang juga merupakan dosen Universitas Jambi (Unja).

John Eka Powa, yang juga menjabat Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, menegaskan bahwa literasi digital menjadi kebutuhan penting seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi dan semakin mudahnya masyarakat mengakses serta menyebarkan informasi melalui telepon pintar.

ADVERTISEMENT

banner BCChost

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kemudahan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan berita bohong yang dapat merugikan orang lain.

“Ketika HP di tangan, dunia dalam genggaman. Tapi harus bijak dalam menggunakannya, jangan sampai menyebarkan hoaks. When you hold a smartphone, you hold the world in your hands. But be wise in using it — don’t spread hoaxes,” tegas John.

Ia juga mengingatkan slogan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), yakni “Tahan Jempolmu”, sebagai pesan agar masyarakat tidak terburu-buru menekan tombol bagikan sebelum memeriksa kebenaran informasi.

John menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jambi telah melaksanakan berbagai kegiatan literasi digital untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Upaya tersebut antara lain mencakup program untuk mengatasi kesenjangan teknologi di 285 desa serta sosialisasi kampung digital.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap masyarakat semakin mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif sekaligus terhindar dari dampak negatif penyebaran informasi yang tidak benar.

Empat Pilar Literasi Digital Jadi Bekal Masyarakat

Sementara itu, wartawan senior Mursyid Sonsang memaparkan empat pilar utama literasi digital yang menjadi acuan nasional, yakni Digital Skills (kecakapan digital), Digital Ethics (etika digital), Digital Safety (keamanan digital), dan Digital Culture (budaya digital).

Keempat pilar tersebut menjadi landasan bagi masyarakat agar tidak hanya terampil menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika, menjaga keamanan diri, serta membangun budaya komunikasi yang sehat di ruang digital.

Mursyid secara khusus menyoroti pentingnya etika ketika berinteraksi di media sosial. Menurutnya, setiap unggahan, komentar, maupun informasi yang dibagikan dapat menimbulkan konsekuensi bagi penggunanya.

“Jarimu adalah harimaumu. Maksudnya, apa yang kita ketik, apa yang kita posting, apa yang kita bagikan di medsos itu bisa menerkam balik diri kita sendiri. Satu jempol bisa membuat seseorang terjerat UU ITE,” ujar Mursyid.

Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, mengunggah konten, maupun meneruskan informasi. Pengguna media sosial perlu mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan digital dan memastikan aktivitasnya tidak melanggar hukum.

Jangan Asal Membagikan Informasi, Lakukan Verifikasi

Dalam dialog tersebut, Mursyid juga menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi. Menurutnya, masyarakat harus membiasakan diri memeriksa sumber, konteks, waktu, dan kejelasan informasi yang diterima.

“Jangan langsung percaya dan langsung share. Verifikasi dulu informasi itu, konfirmasi sumbernya. Tanyakan who, what, when, where-nya jelas tidak,” katanya.

Ia menyarankan masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksa fakta untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membandingkan informasi dengan sumber resmi dan media yang kredibel.

Selain itu, teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menganalisis foto dan video yang dicurigai telah dimanipulasi atau dibuat menggunakan AI. Namun, hasil analisis tersebut tetap perlu diperiksa silang dengan sumber lain karena teknologi AI juga dapat memberikan penilaian yang keliru.

“Bisa ditanyakan di web anti-hoaks milik Kominfo seperti kominfo.go.id atau situs TurnBackHoax.id. Sekarang paling mudah, tanyakan balik ke AI, apakah foto atau video itu asli atau buatan AI. Jangan sampai kita jadi penyebar hoaks karena malas verifikasi,” tutupnya.

Bangun Budaya Digital yang Bertanggung Jawab

Dialog literasi digital tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jambi tentang pentingnya menggunakan media sosial secara cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.

Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan memilah fakta dan hoaks menjadi semakin penting. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, tidak menyebarkan konten yang merugikan pihak lain, serta tetap menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

Melalui kolaborasi pemerintah, insan pers, akademisi, dan masyarakat, literasi digital diharapkan semakin kuat sehingga teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperluas pengetahuan, mendukung produktivitas, dan membangun ruang digital yang aman serta sehat bagi semua.

Editor : M. Abyan A

Berita Terkait

KI Jambi Apresiasi Digitalisasi Layanan PTUN, Minta Akses Masyarakat Tetap Diutamakan
Stunting di Jambi Naik Jadi 17,1 Persen, Al Haris Minta PKK dan Posyandu Perkuat Pendampingan Keluarga
Jambi Terima Tambahan Banpres Rp40 Miliar untuk Penanganan Karhutla, Empat Kabupaten Kebagian
Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi Amankan 213 Orang dan Sita 2,69 Kg Sabu
Kapolda Jambi Perkuat Sinergi Tangani Karhutla, Dorong Penegakan Hukum dan Pemulihan Lingkungan
Hutama Karya Perkuat Pencegahan Kecelakaan di Jalan Tol, Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan
Kebakaran Ruko Tiga Lantai di Kasang Kota Jambi, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia
Polda Jambi Tegaskan Seleksi Pendidikan Pengembangan Polri Harus Bersih dan Transparan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:50 WITA

KI Jambi Apresiasi Digitalisasi Layanan PTUN, Minta Akses Masyarakat Tetap Diutamakan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:50 WITA

Stunting di Jambi Naik Jadi 17,1 Persen, Al Haris Minta PKK dan Posyandu Perkuat Pendampingan Keluarga

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:33 WITA

Jambi Terima Tambahan Banpres Rp40 Miliar untuk Penanganan Karhutla, Empat Kabupaten Kebagian

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Operasi Sarang Narkoba, Polda Jambi Amankan 213 Orang dan Sita 2,69 Kg Sabu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:26 WITA

Plt Kadis Kominfo Jambi dan Wartawan Senior Mursyid Sonsang Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

Berita Terbaru